Maret 15, 2012

Pergeseran Bahasa Indonesia



Penggunaan bahasa Indonesia saat ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan. Sebagai bahasa nasional yang telah diakui dunia, bahasa persatuan ini malah tergeser kedudukannya dengan bahasa gaul yang sekarang lebih sering digunakan oleh masyarakat di semua kalangan.  Dan parahnya lagi generasi muda Indonesia tidak lepas dari penggunaan bahasa gaul ini. Bahkan, para generasi muda inilah yang paling banyak menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari. Terkadang ketika seseorang tidak berbicara dengan bahasa gaul, mereka akan dianggap tidak gaul atau ndeso (dalam bahasa Jawa, yang berarti orang kota yang tidak modern). Padahal, sebenarnya bahasa gaul itu diserap dari bahasa daerah yakni bahasa Betawi. Tapi mengapa sekarang penganggapannya menjadi lain terhadap bahasa gaul yang jelas – jelas itu adalah bahasa daerah? Kurangnya pengetahuan tentang hal inilah yang mungkin menyebabkan kesalahan persepsi dalam penggunan bahasa Indonesia dengan bahasa gaul.
Tidak hanya dalam percakapan saja yang memakai bahasa gaul ini, tetapi penggunaan dalam karya sastra pun kerap digunakan. Novel – novel yang beredar kini telah banyak memakai bahasa gaul, yang justru menjadi suatu ketertarikan tersendiri oleh pembacanya, terutama remaja.
Tidak jarang pula, bahasa asing diselipkan pula dalam percakapan sehari-hari. Sebagai contoh penggunaan bahasa asing dalam percakapan yaitu, cancel atau on the way. Padahal, kita memiliki kata dibatalkan yang dapat mengganti cancel dan menggunakan kata sedang menuju (tempat) atau sedang di jalan yang dapat mengganti kata on the way. Bahkan, nama tempat seperti pusat perbelanjaan atau restoran kebanyakan menggunakan kata – kata asing.. Mungkin ini biasa digunakan oleh masyarakat dikarenakan sering masuknya budaya asing ke negara ini dalam era globalisasi yang tiada batasnya.




Jika hal ini terus saja berlangsung dan kita biarkan, tidak menutup kemungkinan jati diri Indonesia sebagai suatu bangsa akan pudar dan dapat larut dalam arus budaya global yang tidak menentu. Karena dalam konteks sosial, bahasa Indonesia merupakan jati diri Indonesia. Jika hal ini terjadi, bangsa Indonesia tidak akan bisa berperan di tengah kehidupan global, bahkan menunjukkan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia pun tidak akan mampu. Maka dari itu, diperlukan berbagai upaya dalam pencegahan hal ini.
Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan dalam menjaga bahasa Indonesia agar bahasa Indonesia tetap menjadi jati diri Indonesia dan tidak tergeser kedudukannya dengan bahasa – bahasa yang ngetrend saat ini yakni pertama, kita sebagai generasi muda seharusnya menyadarkan masyarakat Indonesia, bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus diutamakan penggunaannya. Dengan demikian, mereka dapat lebih mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar daripada bahasa gaul atau bahasa asing.
Kedua, menanamkan persatuan dan kesatuan dalam diri generasi bangsa terutama generasi muda dan masyarakat luas untuk memperkuat bangsa Indonesia. Sebagaimana yang kita tahu bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa.
Ketiga, meningkatkan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dan di perguruan tinggi. Paa siswa dapat diberikan tugas dalam konteks kesusastraan, contohnya seperti : mengarang, membuat artikel, cerpen, puisi, makalah, karya ilmiah dan sebagainya.
Harapan kita terhadap pergeseran penggunaan bahasa Indonesia terhadap bahasa gaul ataupun bahasa asing ini adalah dapat dimulai dari para generasi muda, diharapkan mereka dapat mengubah cara pandang dan penganggapan bahasa gaul, yang telah saya jelaskan diatas tadi, serta dapat lebih memperbaiki tatanan ketatabahasa Indonesiaan sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)  menjadi lebih baik yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan upaya-upaya yang telah saya jelaskan diatas. Dengan demikian, jika hal diatas dilakukan maka Indonesia akan mendapatkan jati dirinya kembali secara utuh.

Share:

1 komentar:

  1. terlalu berlebihan rasanya jika akan langsung menghilangkan jati diri bangsa.. Seperti yang kita tahu, dari jaman dulu juga muncul bahasa-bahasa yang menjadi trend.. namun sampai sekarang juga tidak banyak mengubah wajah bahasa kita.. karena dalam bahasa Indonesia masih digunakan dalam bahasa formal..

    BalasHapus