Mei 02, 2019

Tips Ampuh Diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)



Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh.
Kemarin udah aku janjiin mau bikin artikel ini ya tentang gimana sih cara ampuh masuk Perguruan Tinggi Negeri. Gak usah risau gak usah galau ya. Ini insyaAllah bisa ngebantu kalian semua untuk bisa masuk ke PTN melalui jalur SBMPTN. Kenapa aku bahas yang ini? Karena kalau jalur undangan/SNMPTN aku kurang tau gimana penilaiannya. Tiba-tiba daftar melalui sekolah terus tunggu keputusan dari Diknas keterima atau enggaknya. Soalnya temenku yang paling rajin dan pinter di kelas pun gak diterima di jalur ini lho dan sebaliknya (you know what I mean).
Oke ini ada beberapa hal yang harus kalian lakukan untuk bisa masuk PTN di jalur SBMPTN, check this out :

1.     Tetapkan Pilihan
Disini pertama-pertama adalah menetapkan pilihan kamu. Pilihan kampus yang akan kamu tuju untuk masa depanmu. Memilih kampus harusnya gak di skip ya, jangan asal “yang penting negri”. BIG NO ! Menurutku lingkungan akan menentukan kepribadian, sifat, sikap dan teman-teman kamu nantinya.
Misal di kampus A akreditasinya bagus, pencapaian akademiknya oke, dosen-dosennya kece dan enak diajak diskusi. Dari mana kita bisa tau hal semacam ini? Biasanya sebelum kamu lulus SMA alias kamu masih kelas 3 SMA, kamu akan di datengin beberapa mahasiswa dari kampus tertentu. Atau bisa jadi juga biasanya ada kajian/lomba/acara di salah satu kampus. Kamu bisa menyelidikinya dari situ kok. Bisa juga ada campus expo di kotamu. Kamu bisa tanya-tanya lengkap disitu mengenai jurusannya, fakultas, organisasi, dosen-dosen, ujian akhir, akreditasi, fasilitas, dll.

2.     Strategi Pemilihan Jurusan
Ini salah satu yang harus kamu cari tau setelah menetapkan pilihan di  kampus mana kamu akan melabuhkan hari-hari ya. Pertama adalah cari informasi jurusan yang akan kamu inginkan sesuai passion kamu. Gak cuma jurusan yang favorit aja di kampus itu tapi juga jurusan yang ngebuat kamu akan betah untuk kuliah disitu. Karena 90% orang-orang masuk jurusan yang tidak sesuai dengan keinginannya dan akan berakhir DROP OUT (jangan sampe ya ini).
Ada cerita salah satu orang (panggil aja dia mas bro), dia udah masuk kampus bagus banget jurusan bagus banget. Tapi pada akhirnnya dia keluar dari kampus karena tidak sesuai passionnya.
Oke lanjut, yang kedua adalah kamu harus cari jurusan yang sesuai dengan kamu dan mempunyai kuota penerimaan yang banyak dengan peminat yang sedikit. Well, ini adalah salah satu alasan aku bisa masuk PTN. Aku masuk di jurusan yang kuota penerimaannya banyak, tapi dia ga seberapa banyak peminatnya pada jaman itu (gak tau deh kalau sekarang).
Ini kadang bertolak belakang dengan yang pertama ya (cari informasi jurusan yang sesuai passion kamu). Ini bisa kamu jadikan pilihan terakhir kamu wkwkw. Sorry aku gak ngajak sesat. Kamu bisa pilih salah satunya kok hehe.

3.     Bicarakan dengan Orang Tua
Komunikasi itu penting lho apalagi sama orang tua sendiri, yang dari kecil udah ngerawat kamu. Ya kan? Mereka pastinya punya impian yang sama untuk kamu, missal orang tua kamu pingin kamu jadi guru tapi kamu pingin jadi arsitek. Bertolak belakang? Enggak juga sih. Toh pada akhirnnya nanti kamu akan dihadapkan dengan pilhan, mau jadi arsitek di lapangan atau di kelas (jadi dosen). Tapi itu semua tergantun keputusang yang kamu ambil.
Ini PENTING lho ya. Jangan dianggap remeh. Banyak anak yang mengikuti keinginan orang tuanya untuk masuk di tempat impian ortunya tapi malah berakhir drop out. Kamu gak mau kayak gitu kan?
Pelan-pelan aja ngomongnya ke orang tua, pasti mereka mau ngerti kok. Orang tua mana sih yang gak mau anaknya sukses ya kan? Pasti semuanya. Tapi sukses dengan jalannya masing-masing, itu seharusnya gak jadi masalah buat mereka. Asalkan kamu mau janji ke dirimu sendiri untuk memperjuangkan mimpimu.

4.     Tau Kemampuan Diri Sendiri
Kamu punya impian pingin jadi dokter spesialis bedah di salah satu PTN terkenal di dunia. Itu mimpi yang bagus banget. Tapi kalau ternyata nilai biologi kamu dapet 6 terus dari kelas 1 sampe kelas 3, gak paham anaotomi tubuh, takut darah, dan gak berani lihat tangan yang “ketlusupen” doang. Ya mendingan dipikir baik-baik ya. Hehe
Realistis itu kuncinya salah satunya. Kalau misal dengan kondisi kamu jenius, matematika, biologi, kimia bisa dapet angka 9 terus selama 3 tahun, tapi kamu pesimis gak bisa masuk kedokteran ya gak gitu juga ya.
Kamu bisa ikut beasiswa kan? Buktinya Pak Ir. Habibie dari keluarga sederhana, tapi bisa belajar di jerman toh. Gak percaya? Baca buku & nonton filmnya yang “Habibie Ainun” ya hehe :D

5.     Belajar yang Tekun
Belajar tekun ini gak Cuma dimulai pas mau ujian ya. Tapi sebelum itu juga. Selama 3 tahun kamu bisa mengasah kemampuan yang kamu senangi. Kalau gak ada yang gk ngerti jangan sungkan Tanya gurumu, temenmu, tetanggamu, sodaramu, siapapun itu. Jangan hilang arah oke? Keep it in the right way.
Jadi ketika mau ujian, kamu Cuma ngulang-ngulang doang apa yang sudah kamu pelajari selama ini. Gak perlu deg-degan, gak perlu dibawa ke mimpi segala apalagi ke dukun. Please, dukun aja gak punya kunci jawabannya lho.
  
6.     Berdo’a Sesuai Dengan Agama Kamu
Ini adalah poin yang amat sangat paling penting. Dibalik usaha-usaha kamu percuma kalau kamu gak ada niatan untuk gak curhat sama Tuhan kamu. Kita berusaha Tuhan yang menentukan kamu layak gak masuk kampus itu.
Jangan minta dukun ya, emang mbah dukun jualan kunci jawaban? :D
Kalau di dalam agamaku, islam, Allah telah berfirman,

“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan” (QS. Al Mu’min:60)
“Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, pasti akan ku-kabulkan, dan siapa yang memohon kepada-Ku pasti akan Ku berikan, dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku pasti akan Ku ampuni” (HR. Bukhari, Muslim, Maliki, Tirmidzi)

So sekarang siap untuk menghadapi ujian SBMPTN?

Share:

April 10, 2019

Try Out Tes PKN STAN



Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh
Sebelum artikel ini aku udah cerita tentang tes masuk STAN yang Cuma 2 macam tes yaitu Tes Potensi Akademik & Bahasa Inggris. Ternyata setelah aku browsing banyak yaa sekarang macam tes tulisnya. Sorry gaes aku ga update banget soalnya udah lama banget nih. Apa aja sih macam tesnya?
A. Tes Potensi Akademik (TPA): jumlah 120 soal, waktu pengerjaan 100 menit
1.      Kemampuan Verbal
·         Sinonim
·         Antonim
·         Kosa kata
·         Analogi
·         Bacaan
3.      Kemampuan Penalaran
·         Pola barisan
·         Analitik
·         Penarikan kesimpulan / logika
·         Pola gambar
B. Tes Bahasa Inggris (TBI): jumlah soal 60, waktu pengerjaan 50 menit
1.      Stucture and written expression
2.      Error Recognition
3.      Reading Comprehension
Aturan Nilai Mati
Yang perlu diperhatikan, di USM STAN terdapat aturan nilai mati. Aturan nilai mati adalah jumlah benar masing-masing bagian (TPA dan TBI) minimal 1/3 dari jumlah soal. Jadi minimal benar untuk soal TPA 40 soal dan minimal besar TBI 20 soal. Nilai tersebut harus dipenuhi keduanya agar nilai lo ga mati. Kalo nilai lo mati, maka udah pasti ga lolos. Misal TPA lo bener semua, tapi TBI cuma bener 19, maka lo pasti ga lolos USM STAN. Moga-moga ini bisa menjadi perhatian lo supaya gak cuma fokus belajar salah satu aja, tapi juga belajar TPA dan Bahasa Inggris secara seimbang.

Tips Belajar
1.      Mempelajari Soal-Soal STAN Tahun-tahun Sebelumnya
Karena tipe soal USM STAN dari tahun ke tahun tidak jauh berbeda, jadi kamu bisa fokus belajar dari materi atau soal USM STAN tahun sebelumnya. Kalau aku nih, sampe punya bukunya itu 1 lembar tebel dan fotokopian minta kakak kelas yang udah masuk stan itu. Jadi semuanya bener-bener aku pelajari.
2.      Memperbanyak Latihan Soal USM STAN
Latihan soal akan membuat kita terbiasa dengan tipe dan tingkat kesulitan soalnya. Kecepatan mengerjakan soal dalam USM STAN sangat penting, karna waktu ujian sangat terbatas. Dengan jumlah 180 soal dengan waktu pengerjaan 150 menit, maka rata-rata waktu pengerjaan tiap 1 soal adalah 50 detik.
3.      Mengadakan Simulasi USM STAN
Seperti yang udah dijelaskan di artikel pentingnya melakukan try out mandiri di SBMPTN, di USM STAN dan ujian apapun itu, mengadakan simulasi atau TO sangat penting.

Tips Mengerjakan Soal

1.      Kerjakan soal-soal yang mudah dulu. Pengalaman banget nih, Banyak yang terjebak di soal-soal yang sulit yang justru menghabiskan banyak waktu. Inget, bobot nilai soal mudah dan soal sulit sama saja, benar +4 dan salah -1, jadi manfaatkan waktu dengan meraih poin sebanyak-banyaknya.
2.      Konsentrasi. Masih berhubungan dengan waktu, usahakan sekali membaca soal langsung tau maksud pertanyaannya.
3.      Perhatikan juga jumlah soal yang kamu kerjakan pada tiap tipe soal, hal ini terkait dengan NILAI MATI. Aturan nilai mati adalah benar minimal 1/3 jumlah pada tiap tipe soal, jadi benar minimal adalah 40 soal pada TPA dan 20 soal pada bahasa inggris, jika tak memenuhi itu maka otomatis gugur.
4.      Kerjakan soal dengan porsi yang seimbang. Dari pengalaman gue ngadain try out USM STAN, kebanyakan anak yang mendapat nilai mati, karena nilainya kurang di TBI. Hal ini karena tingkat kesulitan soal TBI STAN di atas materi Bahasa Inggris SMA. Jadi apabila lo ga yakin dengan kemampuan bahasa inggris kamu, aku saranin sih untuk kerjain soal TBI sebanyak-banyaknya. Targetnya agar nilainya ga mati di TBI. Gue dulu sih juga gitu. Nah untuk menutupi kekurangan Bahasa Inggris, gue cari nilai sebanyak-banyaknya di TPA.

Kalau kalian mau download soalnya, klik di sini ya SOAL STAN

Share:

April 08, 2019

Masuk PTN Tapi Gak Sesuai Hati


Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh …
Hari ini pas aku lagi ngetik ini, Surabaya lagi mendung-mendung nyaman nih. Hari ini dan ke depan aku lagi pengen cerita jaman aku kuliah. Telat banget gak sih? Enggak deh ya kayaknya (ngelesss ajaa lu kayak bajaj!).
Aku kuliah angkatan 2011 di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya (yaaa aku gak tua2 banget kan yaa :D) dan masuk ke Fakultas Ilmu Sosial (sekarang jadi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum disingkat FIS-H). Kalo kata anak-anak mahasiswa ditanya “Kenapa bisa masuk sini? Jurusan ini?”, dan banyak yang jawab “kecelakaan kek, kebetulan kek, keberuntungan kek” dan aku salah satunya :D
Kenapa bisa dibilang “kecelakaan?”. Kalau dipikir-pikir sih enggak juga kali ya, soalnya memang di sengaja milih. Cuma memang bukan pilihan yang utama hehe. Dan . . . kita mulai ceritaku dari sini.
Yaaaahhh . .  Aku gak nyangka aja gitu bisa masuk ke kampus ini, yang sebenernya ada kampus di luar kota yang lebih aku impikan dan harapkan sih. Plus ! Ini jurusan IPS, sosial, sedangkan aku anak IPA (pas SMA). Can I handle it? (dalam hati aku bertanya). So, ikhlas aja lah. Yaudahlah, namanya juga takdir. Mau gimana lagi. Kalo keluar dari sini, masa mau ikut pendaftaran mandiri yang butuh duit gede kayak gitu, yang kurasa akan semakin bikin shock ngelihat deretan angka yang harus dibayarkan kalo udah masuk pake jalur mandiri.
Sebelum masuk kampus ini tuh, sebenernya aku ngejar banget sekolah di STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara). Tau gak STAN itu apa dan dimana? Nih bisa cari infonya disini, kampus apa sih ini Stan Itu Apa Sih. Kalau kalian udah tau stan itu apa, ya ga usah dibuka gapapa hihi, kalau untuk yang belum tau dan barusan ngebuka link itu tadi kalian bakal menemukan sederet penjelasan disana yang intinya itu kayak susah banget gitu masuk sana. Ya gak sih? Aku berpikir hal yang sama denganmu ferguso :D Tapi itu dulu, tapi setelah ku telisik dan ku selidiki (kepoan nih orangnya), ternyata amat sangat tertarik masuk sana. Alasannya pingin kesini adalaaaaaah . . . . . Tesnnya gampang !! Hahaha :D

Awalnya aku ga minat banget masuk sini, biasa aja gitu, tapi pas ada kakak kelasku SMA masuk sini dan aku tanya-tanya emang apa sih tesnya? Cuma Tes Potensi Akademik sama bahasa inggris aja dong. Langsung ngomong dalam hati “wah gampang banget masuknya. Belajarnya gak perlu banyak-banyak. Gak ada sin cos tan, gak ada linear, gak ada fisika, biologi, dll” (emang dasar pemalas lu!)
Akhirnya cari-carilah info dan kisi-kisi tesnya sampe aku belain ikut les khusus ini, karena makin lama ketertarikanku bertambah ke hal keduniawian kalo udh ketrima di stan (gajinya gede bok!). Jadi makin lama aku makin rajin buat belajar tesnya. Semakin lama semakin ku pelajari sebenernya ini tesnya susah juga sih hehe :D Butuh ketelitian yang njelimet, karena memang itung-itungannya simple tapi kalo gak teliti ya bakal salah. Ntar deh aku bikin blog lagi ya bahas soal STAN ini. Semoga aja tetep sama soal-soal tesnya hehe :D
Untungnya pas jamanku itu tes STAN dulu baru tes SNMPTN (sekarang namanya SMBPTN), jadi kalo ini gak keterima ya beralihlah diriku untuk belajar tes lagi. Kalian pasti tau kan hasil tes STAN ku? Yes ! Jelas gagal :D Sedih?? Iya. Terpuruk? Enggak, karena aku percaya Allah punya rencana, dan aku punya tekad kuat kalo STAN buka pendaftaran lagi aku mau ikut lagi. Seberapa kekeuhnya diriku waktu itu.
Setelah tau STAN GAGAL TOTAL, aku mulai membuka buku dengan angka yang berserakan itu di lembar-lembar kisi-kisi soal SNMPTN. Ashiaappp !! Berhubung dulu mas kandungku pernah ikut undangan & SNMPTN dan berhasil di 2 PTN yang bagus banget sekaligus, aku juga gak mau kalah dong. Apakah itu? Ya aku belajar untuk ikut tes IPC. Apaan tuh? Tes IPA & IPS karena aku ngambil 3 jurusan sekaligus, 2 IPA dan 1 IPS (ini kalo asal kelas SMA-mu IPA ya, kalo dari IPS tinggal dibalik aja). Banyak peluang yang bisa diambil ketika kita milih 3 jurusan sekaligus, tapi juga banyak materi yang harus kita pelajari juga. Nanti aku kasih trik supaya kalian bisa kepilih di salah satu Universitas Negeri ya, di artikel lanjutan.
Oke selama beberapa bulan akupun ikut les di LBB bareng sama temenku. Tapi entah yaa aku itu ga mudeng banget sama soal-soal IPA itu, hampir menyerah T_T Apalagi matematika, fisikia, kimia, biologi. Tapi ku tetap kuat menghadapi segalanya! Demi kamu, iyaaa kamu masa depanku. Lalu kemudian menjelang beberapa minggu tes SNMPTN, aku belum punya kisi-kisi soal IPS dong. Paniklah aku. Lalu tiba-tiba ada ide muncul datang bersama ribuan bayangan bahagia :D Temenku juga ada yang mau ikut IPC ternyata, ku sms lah dia (masih jamannya sms ini mah, belum punya whatsapp, line apalagi instagram).
“Hei, kamu jadi daftar IPC gak?
“Iya, kenapa?
“Hmm…kamu punya kisi-kisi soalnya ga?”
“Ada kok kenapa? Mau pinjem tah?”
“Boleh gak? tak fotocopy yah. Besok tak kerumahmu aja, kuambil jadi nanti langsung tak balikin”
….
….
….

Kutunggu jawabannya, kok gak ada jawaban sih nih anak. Apa dia gak mau dipinjem atau gimana ya? Apa belli sendiri aja ya? Hmmmmmm
Lalu kemudian gak lama setelah itu, pintu rumah ada yang ngetuk.
Tok..tok..tok..
“iya bentar”
Muncullah wajahnya, laaahh?? Ngapain disini?
“Ini lho kisi-kisinya”
“Oh iya makasih ya. Masuk dulu yuk”
“Ga usah, langsung pulang aja.”
Baiqqqqlah tak ku sia-siakan kisi-kisi itu. Kubuka satu per satu lembarnya, ku pelajari tiap hari. Jadi karena aku udah belajar untuk IPA di LBB, ku berikan beberapa minggu terakhirku untuk belajar IPS ini.
Hari tes SNMPTN pun datang, ku kerjakan semaksimal mungkin. Pulang dari sana, langsung browsing kunci jawabannya (biasanya ada yang langsung update lho. Browsing aja langsung sesuai kode soalmu ya). Kuhitung-hitung lah sendiri kira-kira aku dapet nilai berapa, bisa lolos atau enggak. Hasilnya aku pesimis, karena IPA ku jeblok sekali dibanding IPS. Tau kenapa alasannya? Ternyata kisi-kisi soal yang ku pelajari, yang dikasih temenku tadi, serius deh gak bohong 80% ada semua dong. Ngepleeeekk ketiplek kalo kata orang jawa bilang. Dan aku amat sangat besyukur, last minute aku belajar IPS meskipun hanya secuil. Padahal kisi-kisi itu belinya dipinggir-pinggir jalan PTN itu (biasanya banyak yang jual menjelas tes).
 Akhirnya, yes ! Aku ketrima di jurusan Administasi Negara, memang ditakdirkan aku untuk masuk jurusan sosial kayaknya ya. Kecenderunganku  mungkin disitu, karena Allah tahu mana yang terbaik buat aku.
Jadi saranku disini untuk kalian dedek-dedek emesh yang barusan lulus SMA/SMK yang mau masuk perguruan tinggi negeri, buka peluang seluas-luasnya contohnya ya ikut aja apapun itu tesnya siapa tau disitu adalah takdirmu dan jangan pernah kecewa atas hasilnya karena bisa jadi itu yang terbaik untuk kamu.


Oke sampe sini dulu ya, insyAllah kita lanjut ke sharing selanjutnya.

Share:

NGEBLOG BUAT APA SIH?? ALASAN UNTUK NGEBLOG



Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh..

Bismillahirrahmanirrahim

Blog ini tuh sebenernya awalnya untuk tugas SMP/SMA gitu (aku lupa ehehe :D), jadi isinya Cuma artikel-artikel gitu doang. you know lah, artikel copas yang penting ada isinya. Abis di nilai yaudah BYE !
Tapi setelah cukup lama hibernasi, akhirnya aku membulatkan tekad kuat dan bulat kalo sayang aja gitu blog ini ditelantarkan. Eh kenapa tiba-tiba sadar gini yak? Padahal sebenernya, jujur aja deh, aku tuh bukan tipe penulis ulung hehe :D Karena aku lebih suka bercerita lewat omongan (untuk orang-orang terdekat aja), gak pandai gitu menulis. Sebenernya suka juga sih nulis puisi, tapi itu dulluuuuuuuuu banget. Pas jaman baheula, jaman-jaman galaooo ala-ala anak abg gitu deh. Alasan lainnya kenapa aku mager buat nulis itu karena aku punya banyak cerita dalam otak tapi gak tau harus nulis dari mana.
Jadi, alasan kenapa aku bikin blog ini adalah tepat tanggal  2 April 2019 kemarin, aku browsing artikel yang memang bukan dari blog resmi kayak detiknews lah atau wolipop. BIG NO !
Sometimes mereka ngasih artikel yang ternyata ditemukan di blog-blog lainnya. Yah kalau aku sih khusnudzon aja yak. Tapi aku kemarin bener-bener butuh info tentang “hal ini”. Browsing pun kulanjut dengan teliti nih, nyimak judulnya serta nyimak alamat webnya satu-satu banget sampe mata perih. TARAAAAAA !!! I found it ! Web apakah itu? Kalian bisa cek disini Blog Pembangkit Semangat untuk nulis : Grace Amelia
Isi blog ini tuh menceritakan pengalaman yang dia alami sendiri, yang dia hadapi sendiri dan aku bene-bener butuh blog yang seperti ini. Sebenernya gak cuma blog kayak gini juga ya yang aku butuhkan? Misalnya nih aku butuh itenarary ke jogja, atau backpacker dari Surabaya ke Jogjakarta. Kalian pasti  juga nyari gini kan? Nyari yang mereka liburan kesana sendiri, dengan rute dan budget yang kalian pingin kan?? Bener kan? Bener dong? Hayooo jawab jujur. Kalo aku sih YES ! Apalagi buat orang awam kayak aku yang jarang banget backpacker kemana-kemana sendiri, atau minimal 2 – 3 orang lah. So, sepertinya pengalaman-pengalaman orang itu yang harus kita cari sampe kita nemu KLIK DI HATI. Ciyeeee (paan sih!)
.
Kalo kata pepatah :

“the best teacher is experience”

Ada TAPI nya nih ! Tapi . . . Gak mesti kita yang punya pengalaman itu, bisa jadi orang lain yang sharing ke kita, lalu kita belajar dari situ sehingga kita gak perlu masuk ke lubang yang sama (yang pernah orang lain alami) atau kita bisa mencontoh cerita mereka, pengalaman mereka biar kita bisa jadi sukses kayak mereka.
Jadi insyaAllah mulai hari ini aku bakal sharing pengalaman-pengalaman aku (yang ku inget aja kali ya hehe :D) Soalnya aku pelupa sih. semoga artikelku juga bermanfaat untuk kalian yaa
See you di next artikel yaaa ..

Share: