Oktober 21, 2012

ROKOK

OKE . judul yang saya tulis, kira-kira akan menimbulkan beberapa persepsi bukan ?
apakah anda berpikir bahwa saya akan menulis tentang rokok ? jenis-jenisnya, kandungannya atau semua tentang rokok . itu hal yang lumrah jika anda berpikir begitu kerena saya hanya menuliskan "ROKOK" saja tanpa ada kata-kata lainnya . baik, akan saya perjelas apa yang akan saya sampaikan disini . semoga ini bermanfaat untuk siapapun :) cekidot 

ROKOK adalah salah satu benda yang cukup digemari oleh orang-orang dimanapun, terutama lelaki tapi bukan berarti wanita tidak menyukainya juga. bahkan ada beberapa orang atau public figure yang merokok sekalipun dia wanita (saya tidak menyebutkan nama). sebelumnya, saya akan memberikan informasi tentang kandungan rokok yang saya dapat dari wikipedia . 
Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok:
  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil.


dibaca baik-baik ya kandungannya? entar jangan tanya-tanya lagi :D 
nahh, kandungan yang diatas sendiri tuh ada NIKOTIN yang menyebabkan perokok merasa rileks, mungkin itu kali ya yang buat orang-orang suka dengan rokok? 
cekidot ke kandungan yang lainnya ARSENIK dan FORMANLDEHIDA . lihat dengan seksama deh . arsenik bahan yang terkandung dalam RACUN TIKUS ? coba deh dipikir baik-baik ya , apa itu namanya ga bunuh diri kalo racun tikus dimasukkan kedalam tubuh ?

sudah banyak memang yang mengatakan bahwa merokok itu berbahaya . tapi ya banyak juga yang gak peduli. inti dari kata bahaya itu bukan hanya untuk diri sendiri loh, tapi juga untuk orang lain. bahkan hal ini jauh lebih berbahaya untuk orang lain, apalagi yang sudah berumah tangga .
oke kita telaah masalah yang satu ini. (eh ini juga bisa dijadikan referensi wanita dalam mencari pasangan hidup ya?)
pertama, dari segi kesehatan , ini saya ambil dari website : http://ridwanaz.com/kesehatan/ingin-tahu-lebih-detail-bahaya-rokok-bagi-kesehatan-kita/
Rokok dapat menyebabkan Kanker pundi kencing,
Kanker perut,
Kanker usus dan rahim ,
Kanker mulut ,
Kanker Esofagus,
Kanker tekak,
Kanker pankrias,
Kanker payudara,
Kanker paru-paru,
Penyakit saluran pernafasan kronik
Strok,
pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis
Penyakit jantung,
Kemandulan,
Putus haid awal,
Melahirkan bayi yang cacat
Keguguran bayi,
Bronkitis,
Batuk,
Penyakit ulser peptik,
Emfisima,
Otot lemah,
Penyakit gusi,
Kerusakan mata

dampak-dampak ini untuk perokok aktif , bayangin aja segini banyak bahayanya kok malah diterusin yaa? #mikirr
eitss, yang bukan perokok jangan seneng dulu . kita sebagai perokok pasif jelas saja mendapatkan dampak pula .
inilah yang harus dipikirkan bagaiamana anda, seorang wanita, yang akan membangun sebuah rumah tangga. 
coba pikirkan jika anda menikah dengan perokok, maka anda dan anak-anak anda akan terkena dampaknya . 

Bahaya asap rokok terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya
Keguguran janin
Tumbesaran janin terencat – 30% lebih tinggi
Kematian janin dalam kandungan
Pendarahan dari uri (abruption placenta)
Berat badan berkurang – 20 hingga 30%
Bahaya asap rokok terhadap bayi
Masalah dan penyakit pernafasan
Mengganggu terhadap perkembangan kecerdasan
Jangkitan telinga
Leukeamia
Kanker otak 22%
Cepat lelah
Sindrom kematian secara mendadak
tuh bahaya banget kan ?
yang kedua, adalah dari segi ekonomi . berapa batang rokok yang anda hisap setiap harinya? coba kalikan batang rokok tersebut dengan harga setiap batangnya . contohnya saja anda menghisap rokok 1bungkus per hari. jadi 15ribu per bungkus (saya tidak tahu harga pastinya) dikalikan seminggu.
15.000 x 7hari = Rp. 105.000
15.000 x 1bulan = Rp. 450.000
15.000 x 1tahun = Rp. 5.475.000
berapa banyak uang yang anda keluarkan dalam setahun untuk ROKOK?
kenapa tidak berpikir bahwa, uang tersebut disimpan saja untuk biaya masa depan ? maaf bukannya menggurui atau apa , saya hanya menyarankan. 
saya harap setidaknya anda sekalian dapat berpikir ulang untuk memperbaiki kebiasaan merokok anda :)
Share:

Juni 17, 2012

4 Cara Menstabilkan Iman


Semoga Allah mengaruniakan pada kita nikmat hidup yang tak terbelenggu oleh kesenangan dunia. Pada hakikatnya, tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa. Inilah yang di singgung nabi saw dalam beberapa haditsnya, bahwa iman manusia selalu fluktuatif. Berbeda dengan imannya para Malaikat yang stabil, dan tak pernah berubah. Atau berbeda pula dengan imannya  para iblis yang selalu berada di tingkat yang paling rendah.Pada saat manusia berada pada puncak keimanan, ia akan bisa melampaui keimanan para malaikat. Namun, ketika imannya rendah, ia bisa lebih rendah dari imannya para iblis. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, ''Sesungguhnya Kami akan isi api neraka jahanam dengan kebanyakan jin dan manusia, karena mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.'' (Q.S. Al-A'raf 7 : 179).Ketika iman berada pada titik nadinya yang paling menghawatirkan, di sinilah dosa-dosa itu bermunculan, bak jamur yang tumbuh di musim hujan. Pada saat seperti ini, Allah SWT menegur hamba-hamba-Nya untuk segera bertaubat. Karena, dengan taubat itulah, seorang yang telah berdosa dijamin pasti akan diampuni, sehingga kembali lagi ke level iman tertingginya. ''Katakanlah [wahai Muhammad], 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian semuanya jika bertaubat. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.''  (Q.S. Az-Zumar 39 : 53). Iman bagi seorang hamba mempunyai kedudukan yang tinggi dan luhur. Setiap kebaikan dunia dan akhirat tergantung pada kebaikan dan kesempurnaan iman. Betapa banyak manfaat yang melimpah serta kebaikan yang mengalir tanpa henti karena keimanan. Dari sini kaum Muslimin berlomba-lomba untuk menjaga, memurnikan dan menyempurnakan imannya. Dalam Al-Qur'an dan hadits Rasulullah saw, banyak dalil-dalil yang menjelaskan tentang kondisi keimanan yang selalu fluktuatif. Allah SWT berfirman: "Supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka (yang sudah ada). (Q.S. Al-Fath 48 : 4).Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seorang pezina itu berzina, ketika ia memiliki kesempurnaan iman. Dan tidaklah seorang pencuri itu mencuri, ketika ia memiliki kesempurnaan iman serta tidaklah seseorang itu meminum khamr, ketika ia memiliki kesempurnaan iman. Sedangkan pintu taubat masih terbuka setelah itu." (H.R. Muslim). Dari pemaparan diatas, Rasulullah selalu mengingatkan kita tentang keimanan yang selalu fluktuatif, terkadang naik terkadang pula turun. Terkadang kita berbuat baik kepada sesama, terkadang pula kita menyakiti sesama kita. Sehingga keimanan kita susah untuk stabil.Lalu, bagaimanakah agar keimanan kita tetap stabil? Dalam haditnya, Rasulullah menasehati kita untuk selalu menjaga keimanan kita dari perbuatan dosa dan maksiat, sebagaimana sabdanya, 'Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa. Dan kita harus menghindari dan berhati-hati terhadap ketiganya. (Pertama), Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, (Kedua) berhati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan (Ketiga) berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati."(H.R. Ibn Asakir)Selain ketiga nasehat Rasulullah saw yang disebutkan dalam hadits diatas, terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan keimanan kita selalu stabil, antara lain;1.      Tadabur Al-Qur'anHal ini termasuk paling agung yang dapat menyebabkan bertambah kokohnya keimanan. Allah telah menurunkan Al-Qur'an sebagai penerang bagi hamba-hamba-Nya, sebagai petunjuk, rahmat, cahaya, kabar gembira dan peringatan bagi orang-orang yang mengingat-Nya. Didalam Al-Qur'an terdapat ayat yang menerangkan tentang perkara ini, yaitu, "Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan sebuah Kitab (Al-Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami. Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Q.S. Al-A'raf 7 : 52) Ayat ini menerangkan keutamaan Al-Quran. Orang yang mentadaburi Al-Qur'an akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang menjadikan imannya semakin kokoh, "Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka dan kepada Rabblah mereka bertawakkal." (QS. Al-Anfal 8 : 2). Ayat tersebut merupakan dalil yang sangat jelas dalam menerangkan pentingnya mentadaburi Al-Quran. Inilah yang paling tinggi kedudukannya dan menyebabkan bertambahnya iman. Ibnul Qayyim pernah berkata: "Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati daripada membaca Al-Quran dengan tadabur dan tafakur."2.      Memperbanyak Do'aDo'a adalah permohonan kepada Allah SWT., dan Allah Maha Tahu keinginan setiap hamba-Nya. Allah melimpahkan rahmat-Nya sebelum diminta, namun Allah menyuruh manusia agar berdo'a kepada-Nya. Ini sebagai identifikasi bahwa manusia adalah makhluk Allah, sebagai hamba Allah yang harus memohon dan mengikuti aturan-Nya, agar dalam mencapai apa yang diinginkannya senantiasa berada dalam kebenaran.Orang yang selalu berdo'a kepada Allah adalah sebagai indikator orang yang akrab (dekat) dengan Allah, dan Allah pun akan akrab bahkan akan mengabulkan do'a hamba-Nya, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada-Ku tentang Aku. Maka (jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila dia memohon kepada-Ku maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berdo'a dalam kebenaran." (Q.S. Al-Baqarah 2 : 186).  Sebaliknya orang yang malas/tidak berdo'a kepada Allah termasuk kepada orang-orang yang sombong. Allah tidak menyukai kepada orang-orang yang sombong, menjauh dari Allah, maka Allah pun akan menjauh darinya dan tidak akan menghiraukannya,  "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang meyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Q.S. Al-Mu'min 40 : 60). Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda,"Barangsiapa tidak (pernah) berdo'a kepada Allah, maka Allah murka kepadanya."  (H.R. Muslim).Orang yang tidak pernah berdo'a kepada Allah, hidupnya akan selalu ragu, penuh kekhawatiran, gelisah dan ketakutan, disebabkan oleh ketidakpastian dan buruk sangka kepada Allah. Begitu pun dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, seorang siswa yang tidak yakin dan meragukan terhadap kejujuran gurunya atau khawatir gurunya tidak berlaku adil didalam memberikan kelulusan, maka siswa tersebut akan selalu dilanda resah dan gelisah sebelum tes berakhir, walaupun sudah berusaha belajar semaksimal  mungkin.Orang yang yakin atau percaya kepada Allah SWT, maka kegelisahan dan ketakutan akan terangkat dan terhapuskan berganti dengan kenyamanan dan ketenangan batin, Allah SWT berfirman, "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram."  (Q.S. Ar-Ra'd 13 : 28)3.      Selalu MuraqabahMuroqobah adalah suatu kondisi psikis yang selalu merasa ditatap, diawasi dan dilihat oleh Allah, mempunyai jiwa ihsan sehingga hidupnya menjadi hati-hati dan selalu mawas diri, cepat menyadari kesalahan, kemudian mohon ampun atas dosa-dosa dan memperbaiki dirinya. Allah SWT berfirman,"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya  diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu,  sedang mereka mengetahui." (Q.S. Ali Imran 3 : 135).Apabila seseorang didalam menjalani  kehidupan ini selalu merasakan bahwa Allah melihatnya, maka setiap perbuatannya akan selalu berada dijalan-Nya dan akan cepat melihat kesalahan dirinya apabila melakukan kesalahan dan kembali kepada jalan yang Allah ridlai, "Hai orang-orang  yang  beriman,  bertakwalah  kepada  Allah  dan  hendaklah  setiap  diri memperhatikan  apa  yang  telah  diperbuatnya  untuk  hari  esok  (akhirat),  dan  bertakwalah kepada  Allah,  Sesungguhnya  Allah  Maha  Mengetahui  apa  yang  kamu  kerjakan."   (Q.S. Al-Hasyr 59 : 18)4.      Menghadiri Majelis TaklimIslam bukan saja mementingkan aspek lahiriyyah, tetapi juga mementingkan aspek ruhaniyyah, tanpa ada kesinambungan di antara kedua aspek terebut, maka orang tersebut akan hidup dalam ketimpangan. Untuk membentenginya, diperlukan upaya khusus secara berkesinambungan demi tercapainya kehidupan kita secara berimbang berupa tarbiyyah ruhiyyah (pembinaan mental melalui ilmu-ilmu agama) sebagai penyucian diri serta membangun benteng iman yang kokoh untuk menghadang segala serangan yang dapat menjerumuskan diri kita kepada kenistaan.Hadir di majelis taklim bisa menghidupkan hati yang telah mati, sebagaimana Allah SWT menghidupkan tanah yang telah tandus dengan air hujan.Sejak Islam tumbuh di jazirah Arab, majelis taklim sebenarnya memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Majelis taklim merupakan salah satu cara yang efektif yang dilakukan Rasulullah untuk menyampaikan wahyu dalam rangka pembinaan terhadap para sahabatnya. Dalam majelis taklim itulah pemecahan segala masalah menyangkut keagamaan umat diselesaikan. Dalam perkembangannya, majelis taklim tidak hanya menjadi lembaga pentransfer ilmu saja, akan tetapi telah melakukan perubahan-perubahan sampai pada peningkatan kemampuan kaum muslimin yang meliputi dimensi kognitif (pengetahuan) afektif (sikap) maupun psikomotorik (terampil), sehingga nilai-nilai Islam bisa diaplikasikan dalam kehidupan, baik individu maupun sosial.Kita mesti menyadari pentingnya mengikuti majelis taklim seiring kesadaran kita akan pentingnya ilmu, khususnya ilmu-ilmu agama. Perintah dalam Al-Quran dan hadits mengenai kewajiban menuntut ilmu sangat banyak. Hanya saja sampai saat ini, majelis taklim masih menjadi cara epektif dan efesien dalam pelayanan akan kebutuhan ilmu, dengan demikian hendaknya kita memiliki perhatian yang besar terhadap majelis taklim sebagai tempat tarbiyyah ruhiyyah (pembinaan ruhani) kita. Ditunjang dengan beberapa dalil sebagaimana berikut, "Maka bertanyalah kepada ahludz dzikir (ahli ilmu / ulama) jika kamu tidak mengetahui." (Q.S. An-Nahl 16 : 43). Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw bersabda,"Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling, mereka mengikuti majelis-majelis dzikir (majelis-majelis ilmu). Apabila mereka menemui majelis yang didalamnya ada dzikir, maka mereka duduk bersama-sama orang yang berdzikir, mereka mengelilingi para jamaah itu dengan sayap-sayap mereka, sehingga memenuhi ruangan antara mereka dengan langit dunia, jika para jamaah itu selesai maka mereka naik ke langit" (H.R. Muslim)Semoga kita mampu mengokohkan keimanan kita dengan menjalankan keempat point diatas, dan semoga Allah selalu menjaga diri kita dari berbagai godaan syetan yang terkutuk. Amiin ya rabbal 'aalamiin.. coped by http://pinrizal.blogspot.com/2011/07/4-cara-untuk-menstabilkan-iman.htmlari Mu’awiyah bin Haidah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga orangyang mata mereka tidak akan melihat neraka, yaitu mata yang berjaga di jalan Allah,mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang terjaga dari melihat halhalyang diharamkan oleh Allah”. [HR. Thabrani]
Share:

Maret 19, 2012

Wanita Penghuni Surga


Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Salman

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammemiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”
Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.
Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.
Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)

Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut.
Wallahu Ta’ala a’lam.

Marji’:Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin.
Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.
***
Artikel muslimah.or.id

Share:

Manfaat dan Kebaikan Berdoa


1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress

2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil

3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa

4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun

5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)

6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri

7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri

8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan

9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk

10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian
Share:

Cermin Tidak Pernah Berbohong


Tatkala kudatangi sebuah cermin,Tampak sesosok yang sudah lama kukenali,Namun ANEH,Sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya,bersinar indah di syurga sana?

Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam??

Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya...Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan menatap Allah,menatap Rasulullah...menatap kekasih Allah kelak??

Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terbuai menatap neraka jahanam...

Wahai mata,apa gerangan yang kau tatap selama ini??

Tatkala kutatap mulut,apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH saat malaikat maut datang menjemput...ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjulur dengan lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar,ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus...

Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?!
Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam,berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu...?!

Betapa jarang engkau jujur,betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus, betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?!

Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh iniyang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana?
Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam,terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir...

Wahai tubuh,berapa banyak maksiat yang engkau lakukan...?
berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu...?
berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?!

Wahai tubuh,seperti apakah isi gerangan hatimu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu,atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu?
Apakah hatimu seindah penampilanmu atau sebusuk kotoranmu?!


Betapa berbeda,apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi...Betapa aku telah tertipu...
Aku tertipu oleh topeng...
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng,
betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng,
betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng...

Sedangkan aku,hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus...
Aku tertipu...Aku malu...Aku tertipu ya Allah...
Allah...! Selamatkanlah aku...
Share:

Berjilbab itu Indah Ukhti :)


Assalamu’alaikum…
Sahabatku yang masih bisa menikmati dan mensyukuri indahnya hidup yang kucintai karena Allah, begitu banyak nikmat Allah yg masih bisa kita rasakan dgn “ Gratis “. Sudahkah kita bersyukur kepadaNya? Dalam surat Ar Rahman sering kalimat ini diulang
“ Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?
Bagi kita kaum Muslim, tentu tahu kewajiban kita masing-masing. Mulai dari Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat, Haji, dll. Dan salah satu dari “dll” itu ya… “NUTUP AURAT”
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’” (Annur:31)

Keterangan :
Ayat ini menegaskan empat hal:
aPerintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah SWT.

b. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.

c. Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak.
Para ulama mengatakan bahwa ayat ini juga menunjukkan akan haramnya menampakkan anggota badan tempat perhiasan tersebut. Sebab jika perhiasannya saja dilarang untuk ditampakkan apalagi tempat perhiasan itu berada. Sekarang marilah kita perhatikan penafsiran para sahabat dan ulama terhadap kata “…kecuali yang biasa nampak…” dalam ayat tersebut. Menurut Ibnu Umar RA. yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan. Begitu pula menurut ‘Atho,’ Imam Auzai dan Ibnu Abbas RA. Hanya saja beliau (Ibnu Abbas) menambahkan cincin dalam golongan ini. Ibnu Mas’ud RA. mengatakan maksud kata tersebut adalah pakaian dan jilbab. Said bin Jubair RA. mengatakan maksudnya adalah pakaian dan wajah. Dari penafsiran para sahabat dan para ulama ini jelaslah bahwa yang boleh tampak dari tubuh seorang wanita adalah wajah dan kedua telapak tangan. Selebihnya hanyalah pakaian luarnya saja.

d. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita disebut jilbab. Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasuk aurat yang harus ditutup. Berarti tidak cukup hanya dengan menutupkan jilbab pada kepala saja dan ujungnya diikatkan ke belakang. Tapi ujung jilbab tersebut harus dibiarkan terjuntai menutupi dada.

Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).


Hadis ini menunjukkan dua hal:
a. Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.  
b. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat.
Dari kedua dalil di atas jelaslah batasan aurat bagi wanita, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan. Dari dalil tersebut pula kita memahami bahwa menutup aurat adalah wajib. Berarti jika dilaksanakan akan menghasilkan pahala dan jika tidak dilakukan maka akan menuai dosa. Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat solat saja namun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada laki-laki lain bisa melihatnya.

Selain kedua dalil di atas masih ada dalil-dalil lain yang menegaskan akan kewajiban menutup aurat ini:
1. Dari Al-Qur’an:
a. “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu melakukan tabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah dahulu…” (Qs. Al-Ahzab: 33).

Keterangan:
Tabarruj adalah perilaku mengumbar aurat atau tidak menutup bagian tubuh yang wajib untuk ditutup. Fenomena mengumbar aurat ini adalah merupakan perilaku jahiliyyah.

b. “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Keterangan:
Jilbab dalam bahasa Arab berarti pakaian yang menutupi seluruh tubuh (pakaian kurung), bukan berarti jilbab dalam bahasa kita (lihat arti kata khimar di atas). Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap mukminah dan merupakan tanda keimanan mereka.


2. Hadis Rasululloh SAW, bahwasanya beliau bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Keterangan:
Hadis ini menjelaskan tentang ancaman bagi wanita-wanita yang membuka dan memamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. Ini menunjukkan bahwa pamer aurat dan “buka-bukaan” adalah dosa besar.


Masih ingatkan dengan pribahasa " sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit ", seperti itulah jika kita menganggap ringan dgn perintah menutup aurat (berjilbab).
Tunggu apa lagi? jangan biarkan syetan menjadi sahabatmu...

Bahasa kasarnya: Banyak orang berbuat jahat aja nekat, mungkinkah kita berbuat baik tidak nekat?
dan kita tahu perintah berjilbab ini langsung dari Allah.
" Indahnya jika engkau berjilbab " Trust me ukhti....

Share:

Rahasia Adzan Subuh


Pasti dari para pembaca Master PIN sering denger penambahan kalimat  “ashshalatu khairun minan naum” pada adzan subuh ? apa sebab allah swt membedakan adzan sholat subuh dengan adzan sholat-sholat lainnya? silahkan baca terus artikel ini 

Dalam adzan subuh kita mendengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah

“ashshalatu khairun minan naum”

Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat “a s h shalatu khairun minan naum”?Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain.

Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.

Shalat subuh ternyata dapat mengurangi resiko terjadinya gangguan penyakit jantung. Kebiasaan Rasulullah untuk tiduran sejenak menjelang subuh dan zhuhur (qailulah) ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh, karena pada saat jam-jam tersebut terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis.

Berikut tulisan dari Dr. dr. Barita Sitompul, SpJP (Staf Pengajar Pada Departemen Kardiologi dan Kedokteran FKUI) Mengenai penjelasan dampak medis dari shalat shubuh. Mudah-mudahan tulisan ini berguna untuk, semakin memahami rahasia yang terkandung dari setiap ibadah yang
diperintahkan oleh Allah SWT.

Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki. Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Allah memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh?
Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Tetapi disisi mana manfaat itu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulu kan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati. Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinyagangguan kardiovaskular.

Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN).

Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya. Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda.

Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini. Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat “a s h shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur?

Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”. Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampumengembangkan/melebarkan pembuluh itu.

Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998. Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga. Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.

Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular.

Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular. Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejang, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus.
 Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.

Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu
pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.
Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.
Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini amin..

Share: